Pengertian, Fungsi, dan Jenis NSAID untuk Peradangan

Dalam dunia kesehatan terdapat istilah NSAID atau Non-Steroid Antiinflammation Drugs. Fungsi obat tersebut pada umumnya adalah mengatasi peradangan yang terjadi.

Meski begitu, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan. Anda perlu mengetahui beberapa hal penting terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

Oleh karena itu, silakan simak penjelasan berikut ini sebagai pengetahuan dasar. Jika perlu, konsultasikan juga kepada dokter apabila benar-benar membutuhkannya.

Pengertian NSAID

Mungkin Anda pernah mendengar istilah tersebut ketika berkomunikasi dengan seorang dokter atau apoteker tertentu. Pada dasarnya, obat ini berfungsi membantu mengatasi gangguan muskuloskeletal.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa dikurangi dengan obat tersebut.

  • Rasa nyeri karena sakit kepala
  • Nyeri karena kesleo
  • Deman
  • Peradangan

Non-Steroid Antiinflammation Drugs yang paling umum ditemui adalah ibuprofen dan juga aspirin. Kedua obat tersebut memang mudah ditemui di apotek tanpa harus menggunakan resep dokter.

Beberapa Jenis Non-Steroid Antiinflammation Drugs

Seperti telah disinggung di bagian sebelumnya, ada beberapa jenis yang mungkin umum ditemui. Namun, untuk lebih jelas silakan simak penjelasan berikut ini.

  • Naproxen

Naproxen merupakan obat untuk membantu mengurangi terjadinya peradangan pada otot dan sendi. Biasanya obat tersebut dipakai ketika seseorang mengalami gangguan otot dan nyeri haid.

Akan tetapi, untuk menggunakannya pada anak, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal tersebut karena efek sampingnya bisa berbahaya, terutama jika dikonsumsi tanpa resep dokter.

  • Ibuprofen

Mungkin kita semua sudah tidak asing dengan obat satu ini. Ibuprofen kerap dikonsumsi ketika seseorang mengalami nyeri haid, demam, atau peradangan.

Berbeda dengan jenis sebelumnya, Ibuprofen cenderung lebih aman dikonsumsi dan tidak harus menggunakan resep dokter. Meski begitu, konsumsi tetap tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

  • Diclofenac

Terakhir adalah diclofenac yang sering digunakan untuk mengurangi peradangan. Meski begitu, diclofenac tak jarang juga dipakai mengatasi gangguan seperti sakit gigi, sakit punggung, keseleo, encok, dan migrain.

Ada berbagai bentuk dari obat ini, yakni kapsul, kapsul lepas lambat, serta suppositoria. Jadi, Anda bisa memilih jenis mana yang paling nyaman untuk dikonsumsi.

Bagaimana Non-Steroid Antiinflammation Drugs Bekerja?

Dalam kondisi normal, tubuh akan memproduksi sebuah bahan kimia bernama prostaglandin. Prostaglandin berfungsi menyembuhkan jika terdapat jaringan tubuh yang rusak atau melindungi perut dari asam.

Zat tersebut diproduksi oleh enzim siklooksigenase dan terdiri dari COX I dan COX II yang bertanggung jawab ketika terjadi peradangan. Lalu, NSAID ini bekerja untuk menghalangi COX I dan COX II sehingga mungkin akan menyebabkan pendarahan atau penyakit pada lambung.

Oleh karena itu, beberapa dokter menyarankan untuk mengambil Non-Steroid Antiinflammation Drugs dengan makanan agar terhindar dari masalah tersebut.

Jadi, meskipun NSAID memiliki fungsi untuk meredakan peradangan, aturan mengonsumsi juga tidak boleh sembarangan. Semoga artikel obat ini bisa membantu menambah wawasan dan pengetahuan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *